
Ekspedisi lintas benua The Last Overland Singapore to London pada 2019 menjadi salah satu perjalanan darat paling bersejarah dalam dunia petualangan modern. Di balik perjalanan ribuan kilometer yang ditempuh menggunakan Land Rover Series I “Oxford”, terselip kontribusi penting dari seorang dokter asal Indonesia dr. Silverius Purba yang menjadi bagian resmi tim ekspedisi.
Sebagai dokter ekspedisi, dr. Silverius Purba memegang peran vital di tengah rute ekstrem yang membentang dari Asia Tenggara, Himalaya, Asia Tengah, hingga Eropa.
Perjalanan ini bukan sekadar melintasi batas negara, tetapi juga menantang kondisi fisik para kru, menghadirkan risiko mulai dari cuaca ekstrem, penyakit pernapasan di dataran tinggi, hingga potensi cedera dalam jalur offroad yang keras. Keberadaan seorang tenaga medis berpengalaman menjadi kunci, dan dr. Silverius Purba hadir memenuhi kebutuhan itu.
Di setiap etape perjalanan, dr. Purba bertanggung jawab melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, memastikan setiap anggota tim tetap fit menghadapi perubahan cuaca dan medan. Ia menyiapkan peralatan medis lengkap, menangani keluhan kesehatan yang muncul, hingga memberikan edukasi mengenai adaptasi tubuh di ketinggian dan pencegahan infeksi selama perjalanan panjang. Ketika tim menghadapi wilayah terpencil dengan akses kesehatan minim, dr. Purba menjadi garda terdepan dalam penanganan situasi darurat.
Ekspedisi The Last Overland sendiri merupakan upaya mengulang atau lebih tepatnya menutup sejarah perjalanan legendaris Oxford & Cambridge Far Eastern Expedition 1955–1956, yang dulu menempuh rute London–Singapura. Pada 2019, rute tersebut ditempuh kembali dengan arah sebaliknya Singapura menuju London, menggunakan kendaraan historis yang sama, yakni Land Rover “Oxford” yang telah dipulihkan. Tim beranggotakan eksplorator muda, dokumentator, mekanik, hingga figur-figur penting dari berbagai negara, termasuk Indonesia melalui kehadiran dr. Silverius Purba.
Partisipasi dr. Purba bukan hanya memperkuat tim secara medis, tetapi juga membawa nama Indonesia dalam catatan sejarah perjalanan darat paling ikonik di dunia. Kontribusinya mempertegas bahwa ekspedisi besar tidak hanya mengandalkan kemampuan berkendara, navigasi, atau eksplorasi, tetapi juga memerlukan kesiapan kesehatan yang matang di setiap langkah.
Kisah dr. Silverius Purba menjadi bukti bahwa perjalanan legendaris seperti The Last Overland adalah perjuangan kolektif yang melibatkan banyak disiplin ilmu. Di balik kemudi “Oxford” yang menembus batas benua, ada tangan-tangan profesional yang memastikan perjalanan tetap aman dan salah satunya adalah dokter asal Indonesia yang dedikasinya kini ikut tercatat dalam sejarah penjelajahan dunia.









