
Di balik popularitas Land Rover sebagai salah satu kendaraan off-road legendaris dunia, terdapat kisah menarik dari Spanyol. Negara ini memiliki versi Land Rover yang dikembangkan lebih jauh oleh pabrikan lokal, yakni Land Rover Santana Super, sebuah kendaraan 4×4 klasik yang menjadi bagian penting dari perjalanan Santana Motor setelah era produksi berlisensi Land Rover.
Santana Super mulai diperkenalkan pada 1983, ketika Santana mulai menempuh jalur pengembangan kendaraan secara lebih mandiri setelah kerja sama lisensinya dengan Land Rover berakhir. Meski masih mempertahankan desain khas Land Rover Series III, Santana Super hadir dengan sejumlah penyempurnaan teknis yang membedakannya dari model Inggris.
Bagi penggemar kendaraan 4×4 klasik, Santana Super menjadi contoh bagaimana sebuah platform legendaris dapat dikembangkan mengikuti kebutuhan pasar lokal tanpa meninggalkan karakter utamanya sebagai kendaraan pekerja keras.
Kisah Santana bermula pada 1958, ketika perusahaan otomotif Spanyol tersebut mulai memproduksi kendaraan Land Rover di bawah lisensi. Selama bertahun-tahun, kendaraan hasil produksi Santana digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pertanian, industri, hingga operasional di wilayah dengan kondisi jalan yang menantang.
Pengalaman panjang tersebut menjadi bekal bagi Santana untuk mengembangkan produknya sendiri. Setelah hubungan lisensi dengan Land Rover berakhir pada 1983, perusahaan ini mulai memperkenalkan sejumlah pembaruan yang dirancang berdasarkan pengalaman mereka memproduksi dan mengembangkan kendaraan utilitas.
Santana Super menjadi salah satu produk yang menandai periode transisi tersebut. Tampilannya masih mempertahankan garis bodi kotak, kap mesin datar, serta desain fungsional yang menjadi ciri khas Land Rover klasik. Namun, di balik tampilannya, terdapat sejumlah perbedaan pada sektor mekanis dan perlengkapan.
Santana Super tersedia dalam dua konfigurasi jarak sumbu roda, yakni 88 inci dan 109 inci. Pilihan ini memberikan fleksibilitas bagi konsumen sesuai kebutuhan penggunaan. Versi 88 inci menawarkan dimensi yang lebih ringkas untuk melewati jalur sempit dan medan yang membutuhkan kelincahan. Sementara itu, versi 109 inci memiliki jarak sumbu roda lebih panjang sehingga lebih sesuai untuk kebutuhan angkut dan penggunaan utilitas.
Keduanya tetap mengandalkan konstruksi sasis ladder frame dan suspensi per daun semi-eliptik. Konfigurasi tersebut merupakan pendekatan yang lazim pada kendaraan off-road klasik, dengan prioritas pada kekuatan struktur, daya tahan, dan kemudahan perawatan.
Tidak seperti SUV modern yang semakin mengutamakan kenyamanan serta teknologi elektronik, Santana Super dibangun dengan pendekatan mekanis yang relatif sederhana. Karakter tersebut menjadi salah satu alasan kendaraan sejenis masih diminati oleh penggemar 4×4 klasik.
Pada sektor penggerak, Santana Super menggunakan mesin diesel empat silinder berkapasitas 2.286 cc. Mesin ini tersedia dalam versi diesel naturally aspirated dengan tenaga sekitar 61 dk, serta varian turbo diesel yang menghasilkan sekitar 74–75 dk. Angka tenaga tersebut mungkin terlihat sederhana jika dibandingkan dengan SUV masa kini. Namun, Santana Super dirancang untuk menunjang pekerjaan dan perjalanan di medan berat, sehingga karakter mesin diesel yang mengutamakan daya guna menjadi pertimbangan utama.
Salah satu pembaruan penting lainnya adalah penggunaan transmisi manual lima percepatan LT85 pada pengembangannya. Kehadiran gigi kelima memberikan pilihan rasio tambahan untuk penggunaan di jalan raya, sekaligus memperluas fleksibilitas kendaraan untuk perjalanan jarak jauh. Kombinasi mesin diesel dan konstruksi mekanis yang relatif sederhana menjadikan Santana Super menarik bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan utilitas dengan kemampuan melintasi medan sulit.
Selain mesin dan transmisi, Santana Super juga mendapatkan sejumlah penyempurnaan pada sistem pengereman. Pada model 109 tertentu, tersedia rem cakram di roda depan yang dipadukan dengan sistem bantuan pengereman atau brake servo.
Pembaruan ini penting karena kendaraan utilitas tidak hanya dituntut mampu bergerak melewati medan berat, tetapi juga harus memiliki sistem pengereman yang memadai saat membawa penumpang maupun muatan.
Bagian kabin mempertahankan pendekatan fungsional khas kendaraan off-road klasik. Sejumlah konfigurasi menggunakan bangku belakang dengan posisi vis-à-vis, yakni penumpang duduk saling berhadapan. Tata letak ini memperlihatkan bahwa Santana Super tidak semata-mata dirancang sebagai kendaraan penjelajah, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan transportasi dan pekerjaan.
Perjalanan Santana Super berlanjut seiring perkembangan lini kendaraan Santana. Model ini kemudian menjadi bagian dari sejarah menuju kehadiran Santana 2500, yang melanjutkan tradisi kendaraan utilitas bermesin diesel dari pabrikan Spanyol tersebut.
Meski secara visual masih memiliki hubungan erat dengan Land Rover Series III, Santana Super mempunyai identitas tersendiri berkat pengembangan teknis yang dilakukan Santana. Model ini mencerminkan periode ketika pengalaman produksi berdasarkan lisensi mulai berkembang menjadi kemampuan rekayasa dan pengembangan produk secara mandiri.
Bagi kolektor, Santana Super juga menawarkan sesuatu yang berbeda dibandingkan Land Rover klasik buatan Inggris. Kendaraan ini membawa cerita tentang industri otomotif Spanyol, adaptasi teknologi, dan perjalanan panjang sebuah pabrikan dalam mengembangkan kendaraan 4×4 untuk kebutuhan nyata.
