
Ajang off-road internasional Borneo Safari kembali digelar di Sabah, Malaysia, pada 25 Oktober hingga 1 November 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-34 dengan nama resmi 34th Borneo Safari International Offroad Challenge, kegiatan ini kembali menjadi salah satu magnet terbesar bagi komunitas off-road dan penggemar kendaraan 4×4 di kawasan Asia Tenggara.
Diselenggarakan oleh Sabah Four Wheel Drive Association (SFWDA), Borneo Safari 2026 diikuti sekitar 1.700 hingga 1.720 peserta dengan total kurang lebih ratusan kendaraan 4×4 dari berbagai negara. Selama delapan hari, para peserta akan menghadapi perjalanan panjang melintasi pedalaman Sabah yang dikenal memiliki karakter medan berat, mulai dari jalur berlumpur, sungai, hutan lebat, hingga jalan bekas aktivitas pembalakan.
Rangkaian kegiatan secara resmi dimulai melalui seremoni flag-off di titik 0 kilometer, tepatnya di depan Sabah Tourism Board, Jalan Gaya, Kota Kinabalu. Pelepasan ini menjadi penanda dimulainya petualangan besar yang tidak hanya mengandalkan kemampuan kendaraan, tetapi juga keterampilan pengemudi, kesiapan kru, serta kekompakan tim.
Borneo Safari bukan sekadar perjalanan ekspedisi lintas alam. Di dalamnya terdapat kategori kompetisi yang menuntut kemampuan teknis dan strategi untuk melewati rintangan ekstrem. Pada edisi 2026, sebanyak 31 peserta tercatat mengikuti kategori lomba khusus yang harus menyelesaikan 24 Special Stages (SS). Setiap tahapan menghadirkan tantangan tersendiri, dengan kondisi lintasan yang menguji performa mesin, sistem penggerak empat roda, suspensi, ban, serta kemampuan pengemudi dalam membaca karakter medan.
Berbeda dengan perjalanan off-road rekreasional, kompetisi ini menuntut peserta untuk menjaga keseimbangan antara kecepatan, ketepatan mengambil jalur, dan ketahanan kendaraan. Kesalahan dalam menentukan strategi dapat berujung pada kehilangan waktu, kerusakan komponen, atau terjebak di medan yang sulit.
Bagi peserta ekspedisi, perjalanan menuju wilayah pedalaman seperti Telupid dan Tongod juga menjadi ujian tersendiri. Kondisi alam Sabah yang didominasi kawasan hutan dan jalur terpencil membuat kesiapan kendaraan serta kerja sama antarpeserta menjadi faktor penting selama perjalanan.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian pada Borneo Safari 2026 adalah keterlibatan peserta dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Bekerja sama dengan Departemen Kehutanan Sabah (Sabah Forestry Department), penyelenggara turut mengagendakan penanaman sebanyak 600 bibit pohon di wilayah Tongod. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menggabungkan aktivitas petualangan otomotif dengan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Inisiatif tersebut juga memperlihatkan bahwa kegiatan off-road berskala besar dapat menjadi sarana untuk mendorong kesadaran lingkungan. Dengan pengelolaan yang bertanggung jawab, perjalanan melintasi alam terbuka tidak hanya berorientasi pada tantangan dan hiburan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif bagi wilayah yang dilalui.
Setelah menjalani rangkaian kegiatan selama delapan hari, Borneo Safari 2026 dijadwalkan berakhir pada 1 November 2026 melalui malam gala atau gala dinner di Hakka Hall, Kota Kinabalu. Penutupan tersebut menjadi momen bagi peserta, panitia, dan komunitas off-road internasional untuk merayakan perjalanan yang telah dilalui sekaligus mempererat hubungan antarnegara melalui kecintaan terhadap kendaraan 4×4 dan petualangan alam terbuka.
Dengan ratusan kendaraan yang terlibat, lintasan pedalaman yang menantang, kompetisi Special Stage, serta agenda konservasi, Borneo Safari 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu agenda penting dalam kalender off-road regional.
