
Setelah menempuh perjalanan ekstrem selama 22 hari penuh, para peserta Kalimantan Tribute 2026 akhirnya sukses menyelesaikan ekspedisi legendaris yang dimulai sejak 18 April 2026 dan finish di kawasan Tugu Khatulistiwa, Sabtu (9/5/2026).
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Edi Rusdi Kamtono bersama masyarakat dan para pecinta otomotif off-road yang telah menantikan momen bersejarah tersebut. Suasana haru dan penuh kebanggaan terasa ketika satu per satu kendaraan ekspedisi memasuki garis akhir setelah berjibaku dengan ganasnya alam Kalimantan.
Ekspedisi Kalimantan Tribute 2026 menjadi perjalanan istimewa karena menghidupkan kembali semangat petualangan legendaris Camel Trophy 1996 yang pernah menorehkan sejarah di hutan Borneo. Para peserta diajak “napak tilas” melewati jalur-jalur hutan pedalaman yang terkenal berat, mulai dari kubangan lumpur dalam, tanjakan licin, sungai berarus deras, hingga jalur perbukitan yang menguras tenaga dan mental.
Selama lebih dari tiga minggu perjalanan, berbagai tantangan berhasil dihadapi. Tidak sedikit kendaraan yang mengalami kendala teknis akibat beratnya medan menuju wilayah Kalimantan Barat. Namun semangat solidaritas dan kerja sama antar peserta menjadi kunci utama keberhasilan ekspedisi ini hingga seluruh rombongan mampu mencapai titik akhir dengan selamat.
Lebih dari sekadar ajang petualangan otomotif, Kalimantan Tribute 2026 juga membawa misi sosial dan kemanusiaan. Di sejumlah wilayah pedalaman yang dilalui, peserta turut menyalurkan bantuan dan berinteraksi dengan masyarakat lokal yang berada jauh dari akses perkotaan. Kehadiran rombongan ekspedisi pun menjadi simbol kepedulian sekaligus mempererat hubungan antara komunitas off-road dengan warga pedalaman Kalimantan.
Keberhasilan ekspedisi ini sekaligus menjadi penanda bahwa semangat eksplorasi dan persaudaraan dunia off-road Indonesia masih terus hidup. Kalimantan Tribute 2026 bukan hanya tentang menaklukkan alam liar Borneo, tetapi juga tentang menjaga sejarah, membangun solidaritas, dan membawa manfaat bagi masyarakat di sepanjang perjalanan.
Dengan garis finish di Pontianak, sebuah perjalanan berat telah usai, namun kisah petualangan legendaris ini dipastikan akan terus dikenang sebagai salah satu ekspedisi off-road paling bersejarah di Indonesia.
