
Di tengah gemuruh mesin dan badai pasir Paris–Dakar Rally, perhatian dunia selalu tertuju pada kendaraan utama yang melesat menuju garis finis. Namun, di balik sorotan itu, ada sosok-sosok “senyap” yang justru memegang peran vital. Salah satunya adalah Land Rover Defender 110 tahun 1985 ini kendaraan pendukung yang menjadi tulang punggung logistik dalam salah satu era paling brutal Dakar.
Pada tahun 1986, Defender ini menjadi bagian dari tim milik Jan de Rooy, sosok legendaris yang mengendarai truk DAF Turbo Twin yang terkenal buas. Ketika truk utama melibas gurun dengan kecepatan tinggi, Defender ini bekerja tanpa henti di belakang layar mengangkut suku cadang, peralatan, hingga kru yang memastikan segalanya tetap berjalan.
Di balik kemudi, Theo van de Rijt bersama navigator Kees Loovezijin tidak sekadar menjalankan tugas pendukung. Mereka bahkan berhasil menorehkan prestasi dengan memenangkan Prologue Dakar di kelasnya sebuah pencapaian langka untuk kendaraan support.
Perjalanan Defender ini tidak berhenti di situ. Dua tahun kemudian, pada 1988, mobil ini kembali ke panggung reli, kali ini sebagai kendaraan pers yang digunakan oleh jurnalis otomotif untuk meliput kerasnya Dakar dari garis terdepan. Perannya berubah, namun esensinya tetap sama: menjadi saksi hidup keganasan reli lintas benua tersebut.
Seiring waktu, seperti banyak kendaraan tua lainnya, Defender ini sempat menghilang dari peredaran. Hingga akhirnya ditemukan kembali oleh Geert de Jong. Dengan dedikasi tinggi, ia menghabiskan lima tahun untuk melacak dan merestorasi mobil ini hingga kembali ke kondisi aslinya lengkap dengan livery dan karakter khas era 1980-an.
Kini, kendaraan bersejarah tersebut dapat disaksikan di DAF Museum, berdiri sebagai simbol dari masa ketika reli Dakar masih mentah, berbahaya, dan sepenuhnya mengandalkan ketangguhan mesin serta manusia.
Land Rover Defender ini adalah pengingat bahwa dalam setiap kemenangan besar, selalu ada peran penting yang bekerja di balik layar. Di gurun yang tak kenal ampun, mobil inilah yang memastikan legenda tetap berjalan.
