
November 1984 menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Toyota Land Cruiser. Di saat dunia otomotif masih memandang Land Cruiser sebagai kendaraan pekerja keras dengan karakter “keras kepala” ala seri 40, Toyota menghadirkan sesuatu yang berbeda Toyota Land Cruiser Bundera Short.
Mobil ini dikenal luas dengan kode LJ70 atau RJ70, dan merupakan versi light-duty dari keluarga besar Land Cruiser 70 Series. Dengan bodi lebih ringkas dan jarak sumbu roda pendek, Bundera hadir sebagai SUV 4×4 yang menawarkan kombinasi menarik tangguh untuk medan berat, namun tetap nyaman untuk penggunaan harian.
Toyota merancang Bundera sebagai jawaban bagi pasar yang menginginkan kendaraan 4×4 yang tidak hanya cocok untuk perkebunan, tambang, atau militer, tetapi juga bisa digunakan oleh masyarakat umum yang ingin menjelajah alam. Dibandingkan Land Cruiser 40 Series yang terkenal kaku dan berat, Bundera terasa lebih modern. Desainnya masih mempertahankan aura Land Cruiser, namun tampil lebih “SUV” dan lebih bersahabat untuk pengemudi keluarga.
Bentuknya yang kompak menjadikannya sangat cocok untuk jalur sempit, tanjakan curam, hingga rute hutan yang sulit dilalui kendaraan panjang.
Salah satu daya tarik utama Bundera adalah konfigurasi Short Wheelbase (SWB). Dengan jarak sumbu roda yang pendek. Bagi penggemar offroad, tipe SWB seperti Bundera sering dianggap “senjata” untuk jalur teknikal, karena lebih mudah diajak bermain di trek berbatu atau berlumpur.
Varian ini biasanya dibekali mesin diesel seri 2L atau 2L-T, yang terkenal irit dan memiliki torsi cukup besar untuk kebutuhan offroad. Sementara itu, RJ70 lebih sering menggunakan mesin bensin 22R, mesin legendaris Toyota yang dikenal kuat, bandel, dan mudah perawatannya. Dua pilihan tersebut membuat Bundera fleksibel diesel untuk efisiensi dan torsi, bensin untuk karakter putaran mesin yang lebih ringan dan responsif.
Uniknya, Bundera tidak hanya punya satu identitas. Di berbagai pasar dunia, mobil ini dikenal dengan nama yang berbeda-beda
Land Cruiser Bundera (Australia dan beberapa wilayah Asia), Land Cruiser II (Jepang). Inilah yang membuat Bundera punya reputasi “misterius” bagi banyak kolektor, karena satu model bisa memiliki nama berbeda tergantung negara penjualannya. Namun pada dasarnya, Bundera tetap berada dalam keluarga 70 Series light-duty yang kelak berkembang menjadi lini Land Cruiser yang lebih modern.
Toyota Land Cruiser Bundera Short 1984 membuktikan bahwa Land Cruiser tidak selalu harus besar dan berat. Dengan ukuran lebih ringkas, Bundera menawarkan karakter unik SUV 4×4 ringan yang tetap memiliki DNA Land Cruiser sejati. Dan hingga hari ini, Bundera masih menjadi salah satu Land Cruiser paling menarik dalam sejarah Toyota baik untuk pecinta offroad maupun kolektor yang ingin memiliki kendaraan klasik dengan nilai tinggi.
