
Musibah banjir besar yang melanda wilayah Aceh Tamiang pekan ini membuat sejumlah desa terisolasi, termasuk Pematang Durian, salah satu kawasan yang paling parah terdampak akibat curah hujan ekstrem dan luapan sungai. Akses darat menuju kawasan tersebut terputus oleh lumpur, pohon tumbang, hingga badan jalan yang ambles. Situasi itu membuat bantuan logistik sulit masuk, sementara warga sangat membutuhkan suplai bahan makanan, air bersih, dan perlindungan darurat.
Di tengah kondisi tersebut, komunitas off-road 6×6 Xtrim Indonesia turun tangan membantu. Dengan kekuatan kendaraan berpenggerak enam roda yang dikenal tangguh di medan berat, tim relawan ini bergerak cepat untuk membuka akses menuju Pematang Durian demi memastikan bantuan dapat tersalurkan.
Sejak pagi hari, relawan Xtrim Indonesia menyusuri jalur yang telah tertutup lumpur tebal dan material banjir. Kendaraan 6×6 difungsikan sebagai pembuka jalur, menggunakan winch dan peralatan recovery untuk menyingkirkan batang kayu, menarik material besar, serta melewati titik-titik jalan yang tergerus air.
Dengan manuver bertahap, tim berhasil menembus jalur yang sebelumnya dinyatakan tidak dapat dilalui kendaraan konvensional. Kemampuan teknis para off-roader mulai dari navigasi medan hingga penggunaan perlengkapan recovery menjadi kunci utama keberhasilan misi ini.
Setelah jalur terbuka, truk logistik dari berbagai lembaga dan relawan mulai dapat masuk membawa:
- Bahan makanan dan sembako
- Air bersih dan perlengkapan sanitasi
- Selimut dan perlengkapan tidur
- Obat-obatan dan perlengkapan medis darurat
Tim 6×6 Xtrim juga membantu proses distribusi langsung ke titik pengungsian serta menjemput warga yang memerlukan evakuasi, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.
Selain mengerahkan kendaraan 6×6, relawan Xtrim bekerja sama dengan warga lokal untuk memperkuat jalur yang telah dibuka, memasang jalur darurat di beberapa titik, dan membantu memperbaiki rintangan yang berpotensi kembali menutup akses bila terjadi hujan susulan.
Koordinasi ini dilakukan bersama aparatur desa, BPBD Aceh Tamiang, serta komunitas lokal lain yang juga terlibat dalam penanganan bencana.
Aksi 6×6 Xtrim Indonesia ini menjadi bukti bahwa komunitas off-road memiliki peran strategis dalam penanganan bencana alam. Kemampuan menembus medan berat dan mengoperasikan peralatan recovery menjadikan mereka bagian penting dalam upaya kemanusiaan, terutama pada fase awal ketika banyak jalur terputus dan bantuan belum dapat menjangkau lokasi terpencil.
