
Malaysia kembali menjadi pusat perhatian dunia otomotif ekstrem setelah sukses menggelar Rainforest Challenge (RFC) Grand Final 2025, edisi ke-28 dari ajang off-road paling brutal dan legendaris di dunia. Digelar mulai 29 November hingga 10 Desember 2025, kompetisi ini kembali mempertontonkan duel sengit antara manusia, mesin, dan ganasnya alam tropis di tengah puncak musim monsun Malaysia.
Rangkaian 28RFC 2025 dibuka dengan seremoni megah di Kuala Lumpur sebelum peserta bergerak menuju Sungai Buloh, Selangor, untuk mengikuti Prologue Special Stages (SS). Tahap awal ini menjadi pemanasan dengan rintangan buatan seperti tanjakan curam, parit air, tikungan sempit, hingga kubangan lumpur.
Setelah itu, ratusan tim lintas negara berpindah menuju wilayah utama kompetisi Gua Musang, Kelantan, distrik berhutan lebat yang menjadi ikon RFC dengan medan alam liar khas pegunungan, sungai deras, tanah liat licin, dan jalur terjal yang hanya bisa ditaklukkan dengan kerja sama sempurna antara pengemudi dan navigator.
Edisi 2025 mencatat kehadiran lebih dari 300 peserta internasional. Offroader dari Amerika Serikat, Inggris, Rusia, China, Jepang, India, Thailand, Filipina, Indonesia, Australia, dan negara-negara Eropa lain memadati paddock RFC dalam semangat kompetisi dan persaudaraan.
Tak hanya kelas utama 4×4, tahun ini juga menghadirkan RC Rainforest Challenge Grand Finale, lomba mobil remote control off-road yang menjadi magnet baru bagi komunitas hobi ekstrem.
Salah satu ciri khas Rainforest Challenge kembali hadir: Twilight Zone, segmen malam hari ketika peserta harus menaklukkan jalur hutan gelap tanpa ampun, dengan kondisi ekstrem seperti hujan monsun, banjir kecil, lumpur dalam, hingga tanjakan berbatu yang memaksa tim bekerja ekstra keras menggunakan winch dan teknik recovery.
Cuaca yang berubah cepat turut memperberat kondisi. Hari-hari awal panas terik, sementara memasuki Kelantan hujan deras membuat jalur menjadi sangat licin dan berbahaya. Situasi ini memaksa peserta mengandalkan strategi, keakuratan navigasi, dan kekuatan mental.
Di kategori RC (Remote Control), para peserta dari Asia tampil memukau. Perwakilan Indonesia berhasil mencuri perhatian dengan meraih posisi runner-up pada Grand Finale RC RFC 2025 sebuah pencapaian membanggakan di tengah ketatnya persaingan internasional.
28RFC Grand Final 2025 bukan sekadar kompetisi motorsport. Ini adalah perayaan keberanian, persahabatan lintas budaya, dan eksplorasi alam liar. Event ini juga memberikan dampak besar bagi pariwisata Malaysia, karena mempromosikan destinasi pedalaman seperti Gua Musang dan dataran tinggi Kelantan kepada dunia.
Selama hampir dua minggu, peserta hidup berdampingan dengan alam, saling bahu-membahu, dan membuktikan bahwa kemenangan dalam RFC bukan hanya soal kecepatan tetapi soal ketahanan, strategi, dan kemampuan bertahan di medan paling liar.
