
(source tb_adhi)
Perjuangan pembalap Indonesia TB Adhi bersama tim Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) dan TC Asia Pacific Indonesia pada ajang ekstrem Baja 1000 2025 harus terhenti kurang dari 100 mil sebelum garis finish. Meski gagal menuntaskan race gurun paling legendaris di dunia, performa tim Indonesia tetap mendapat apresiasi tinggi berkat ketangguhan mobil dan kerja keras kru sepanjang lintasan.
Berdasarkan laporan internal tim yang turut dibagikan melalui dokumentasi lapangan, mobil Toyota Fortuner #390 mengalami serangkaian masalah kritis pada gardan belakang. Oli gardan sempat bocor parah hingga memaksa tim melakukan berbagai perbaikan darurat di tengah kompetisi pada saat di pitstop perbaikan.
Dalam kondisi darurat, kru bahkan terpaksa mengisi gardan menggunakan engine oil, ATF, hingga brake fluid demi menjaga mobil tetap bergerak. Namun upaya keras tersebut tak mampu menahan kerusakan yang semakin besar.
Pada segmen akhir lintasan, mobil #390 berada dalam kendali Ikuo Hanawa, pembalap senior Jepang yang berpartner dengan TB Adhi. Namun perjalanan mereka kembali tertunda ketika mobil terperosok lumpur dalam dan membutuhkan waktu recovery cukup lama.
Kombinasi waktu yang hilang akibat kerusakan mekanis dan proses evakuasi membuat tim akhirnya tidak dapat melanjutkan lomba menuju garis finish.
Berdasarkan peta pembagian segmen driver, kendaraan tim Indonesia berhenti pada titik sekitar mile 720 dari total rute ±800 mil. Dengan demikian, mereka hanya kurang lebih 100 mil dari garis akhir sebelum akhirnya didiskualifikasi karena tidak mampu melanjutkan lomba.
Meski tidak finish, keikutsertaan tim Indonesia di Baja 1000 2025 tetap menjadi catatan sejarah. Mobil Fortuner #390 menunjukkan ketahanan luar biasa di penghujung balapan, sementara adaptasi teknis tim memperlihatkan kualitas engineering Indonesia yang mampu bersaing di lintasan dunia.
Baja 1000 2025 kembali membuktikan reputasinya sebagai salah satu balapan paling brutal di dunia. Bagi TB Adhi dan tim, kegagalan finish bukanlah akhir, melainkan pijakan penting menuju level kompetisi global berikutnya.
