
(source grp_indo)
Gelaran Bantuas Xtreme Challenge 2025 resmi menutup akhir pekan Kota Samarinda dengan gebrakan adrenalin. Event yang berlangsung pada 15–16 November 2025 di kawasan Bantuas ini kembali menegaskan dirinya sebagai salah satu panggung offroad paling menantang di Kalimantan Timur tempat para penggemar 4×4 membuktikan kemampuan, strategi, dan nyali mereka menaklukkan rintangan alam yang ganas.
Edisi 2025 hadir dengan karakter lintasan yang lebih teknis. Kontur tanah liat licin khas Bantuas, tanjakan berbatu, kubangan lumpur sedalam bahu, hingga sektor “root attack” menjadi suguhan utama. Para offroader dituntut menggabungkan tenaga kendaraan, kecermatan membaca jalur, serta komunikasi solid antara driver dan navigator.
Event tahun ini diikuti puluhan tim dari Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, Berau, hingga perwakilan luar pulau. Persaingan berlangsung ketat sejak hari pertama, terutama pada kelas extreme tubular dan kelas modifikasi berat.
Sejumlah momen dramatis mewarnai arena, mulai dari jalur turunan berlumpur, winching panjang yang memakan waktu puluhan menit, hingga mesin yang dipaksa bekerja maksimum melawan kubangan tanpa dasar.
Selain aksi kompetitif, Bantuas Xtreme Challenge 2025 juga menjadi ajang silaturahmi besar komunitas offroad Kalimantan Timur. Area paddock berubah menjadi ruang interaksi antar klub, pameran kendaraan modifikasi, hingga lapak UMKM yang memeriahkan suasana.
Masyarakat Bantuas pun turut merasakan manfaatnya. Banyak warga terlibat sebagai penyedia logistik, konsumsi, hingga transportasi lokal, menjadikan event ini seperti festival kecil yang menggeliatkan ekonomi sekitar.
Setelah dua hari pertarungan yang melelahkan, pemenang di tiap kelas diumumkan dengan meriah. Para juara tak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga kebanggaan telah menaklukkan salah satu jalur ekstrem tersulit di Samarinda.
