
(source SHERP USA)
Di dunia kendaraan ekstrem, dua nama terus menancapkan reputasi mereka sebagai penakluk segala medan: SHERP N1200 dan ARGO SHERP PRO XT. Keduanya bukan sekadar kendaraan off-road biasa mereka adalah monster amfibi yang diciptakan untuk menembus batas alam rawa, lumpur, salju, hingga genangan air dalam yang mustahil dilewati kendaraan konvensional.
SHERP N1200 – Teknologi Rusia untuk Dunia Ekstrem
Lahir dari pabrikan SHERP Global yang bermarkas di Ukraina dan Rusia, SHERP N1200 dirancang untuk menghadapi kondisi paling brutal di planet ini. Dengan desain ban raksasa bertekanan sangat rendah, kendaraan ini mampu “mengapung” di atas lumpur dan bahkan berenang di air dengan mudah.
Mesinnya menggunakan diesel 1.8 liter yang menghasilkan tenaga sekitar 55 hp, namun kekuatannya bukan di kecepatan, melainkan di torsi dan traksi. SHERP N1200 mampu mendaki kemiringan hingga 35 derajat dan memiliki ground clearance 66 cm, memungkinkan ia melewati batu besar atau batang pohon tumbang tanpa hambatan.
Di darat, kecepatannya hanya sekitar 40 km/jam, tetapi di air, kendaraan ini bisa melaju hingga 6 km/jam. Perpaduan antara ban besar dan bodi kedap air membuat SHERP menjadi kendaraan amfibi sejati, yang digunakan untuk misi penyelamatan, operasi militer, dan eksplorasi alam liar di Siberia, Alaska, serta Kanada Utara.
ARGO SHERP PRO XT – Kolaborasi Kanada untuk Mobilitas Tanpa Batas
Sementara itu, ARGO Sherp PRO XT lahir dari tangan ARGO XTV, produsen kendaraan utilitas asal Kanada yang bekerja sama dengan Sherp. Hasilnya adalah kendaraan ekstrem yang menggabungkan reliabilitas industri Kanada dengan teknologi ban amfibi khas SHERP.
ARGO Sherp PRO XT mengusung mesin diesel Kubota 1.8 liter, tenaga sekitar 55 hp, dan torsi besar untuk menggerakkan roda raksasa di keempat sisinya. Layaknya saudaranya, kendaraan ini juga mampu menembus air, salju, dan lumpur dengan kecepatan serupa.
Kapasitas muatan mencapai 1.200 kg, menjadikannya sangat ideal untuk operasi industri berat, logistik medan ekstrem, hingga ekspedisi alam liar. Kabinnya dilengkapi perlindungan ROPS (Roll-Over Protection Structure), memastikan keselamatan pengemudi dalam kondisi terburuk.
SHERP N1200 dan ARGO Sherp PRO XT bukan kendaraan yang dirancang untuk jalan raya. Mereka adalah alat eksplorasi, bukan sekadar sarana transportasi. Di wilayah seperti Siberia, Alaska, atau daerah tambang terpencil di Kanada, kendaraan ini menjadi penyambung hidup antara peradaban dan wilayah tanpa akses.
Kemampuannya untuk berpindah dari darat ke air tanpa transisi membuatnya tak tergantikan dalam operasi penyelamatan banjir, bencana alam, atau eksplorasi medan tak terpetakan.
Bagi penggemar otomotif ekstrem di Indonesia, kehadiran kendaraan seperti ini menjadi daya tarik tersendiri. Dengan kondisi geografis yang penuh rawa, hutan hujan, dan daerah terpencil, kendaraan amfibi seperti SHERP bisa menjadi solusi dalam operasi SAR, misi kemanusiaan, atau event off-road ekspedisi nasional.
Namun, tantangan utamanya terletak pada harga dan regulasi impor. Sebagai kendaraan utilitas khusus, SHERP dibanderol di kisaran USD 130.000–160.000 tergantung varian, dan belum tentu bisa diregistrasi untuk jalan umum di Indonesia
