
Rally Dakar Classic 2026 kembali menghadirkan kisah inspiratif dari lintasan gurun. Salah satu sorotan utama datang dari tim perempuan Italia yang diperkuat Rachele Somaschini, Serena Rodella, dan Monica Buonamano, yang turun berlaga menggunakan kendaraan ikonik Mercedes-Benz Unimog 435.
Berkompetisi di kategori Dakar Classic, trio ini tidak hanya menghadapi kerasnya medan Arab Saudi, tetapi juga tantangan mengendalikan kendaraan berat legendaris yang dikenal dengan ukuran besar dan karakter mekanis murni. Unimog 435 yang mereka gunakan merupakan unit klasik yang telah dimodifikasi secara khusus agar tetap sesuai regulasi historis Dakar Classic, namun mampu bertahan dalam lintasan ekstrem khas reli Dakar.
Nama Rachele Somaschini bukanlah sosok asing di dunia motorsport. Pembalap asal Italia ini sebelumnya dikenal lewat kiprahnya di ajang reli dunia, termasuk kategori WRC2. Dakar Classic 2026 menjadi langkah besar dalam kariernya, sekaligus debutnya di reli raid jarak jauh menggunakan kendaraan kelas truk.
Dalam tim ini, Somaschini berperan sebagai pengemudi utama. Ia didampingi Serena Rodella, co-driver berpengalaman yang juga dikenal memiliki latar belakang kuat di dunia off-road dan mekanikal, serta Monica Buonamano sebagai navigator, sosok senior yang telah lama berkecimpung dalam ajang reli ketahanan dan navigasi presisi.
Pilihan Mercedes-Benz Unimog 435 bukan tanpa alasan. Kendaraan 4×4 legendaris ini dikenal sebagai simbol ketangguhan militer dan ekspedisi berat. Dengan sasis tangguh, gardan portal, serta kemampuan traksi luar biasa, Unimog menjadi kendaraan yang ideal untuk kategori Dakar Classic, di mana ketahanan, konsistensi, dan akurasi navigasi lebih diutamakan dibanding kecepatan murni.
Namun demikian, mengendalikan Unimog di lintasan pasir, bebatuan, dan jalur teknis Dakar tetap membutuhkan keahlian tinggi. Bobot kendaraan yang besar menuntut kerja sama tim yang solid, terutama dalam membaca medan dan menjaga ritme agar tetap sesuai dengan sistem penilaian reguleritas Dakar Classic.
Keikutsertaan tim ini juga membawa pesan kuat tentang peran perempuan di dunia motorsport ekstrem, sebuah ranah yang selama ini didominasi oleh pria. Dakar Classic 2026 menjadi panggung pembuktian bahwa ketangguhan fisik, kecermatan navigasi, dan ketahanan mental tidak mengenal batas gender.
Bagi Rachele Somaschini, Dakar juga memiliki makna personal. Ia dikenal aktif mengampanyekan kesadaran akan fibrosis kistik, penyakit genetik yang diidapnya sejak kecil, melalui proyek sosial yang selalu ia bawa dalam setiap kompetisi.
Dakar Classic 2026 membentang ribuan kilometer melintasi Arab Saudi, melewati gurun pasir, dataran berbatu, hingga jalur kuno yang menuntut navigasi manual. Setiap etape menjadi ujian bagi kendaraan klasik dan kru yang mengandalkan peta, kompas, serta kejelian membaca medan.
